BUANA JAYA - METRO :: WEBSITE
       
 
 
 
 
Senin, 20 Mei 2013
"Onggok , Dari Limbah Menjadi Peluang Bisnis"

Onggok adalah sisa giling tapioka yang berasal dari singkong atau ubi kayu. Dalam Bahasa Jawa seringkali disebut Gaber. Ada dua jenis onggok yang lazim beredar yaitu onggok kering dan onggok kasar.

Sebenarnya pada awalnya onggok ini adalah barang sampah karena merupakan limbah dari sisa giling pabrik-pabrik tapioka atau pabrik aci. Apalagi ditambah dengan bau yang ditimbulkan dari onggok yang basah sangat menyengat hidung dan tidak mengenakkan. Seiring perkembangan kebutuhan manusia akan bahan pengganti pakan ternak dan bahan baku lainnya, maka jadilah onggok menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi para pelaku usaha di bidang ini.

Beberapa fungsi onggok basah adalah sebagai bahan tambahan pakan untuk ternak sapi, babi, ataupun ternak-ternak lain yang mulai kesusahan mencari hijauan pakan terutama dimusim kemarau. Karena harganya relatif terjangkau jadilah onggok basah menjadi pakan ternak alternatif.

Onggok yang dijemur pun menjadi onggok kering yang tentunya harga jual lebih tinggi dari onggok basah karena melalui proses jemur matahari dan sangat tergantung pada cuaca. Sedangkan teknologi untuk pengeringan onggok sementara adalah menggunakan oven pemanas yang harganya sangat mahal. Sebab itu peng-oven-an onggok jarang dilakukan karena cost yang terlalu tinggi. Hasil pengeringan paling bagus adalah dengan jemur matahari.

Fungsi onggok kering antara lain sebagai bahan baku Saus, bahan baku obat nyamuk, bahan perekat lem kertas, campuran kecap, dan lain-lain. Di musim panen singkong kondisi harga onggok relatif tinggi karena produsen relatif kesusahan mencari singkong yang merupakan bahan utama tapioka. Sedangkan onggok ada setelah singkong digiling menjadi tapioka. Hasil sampingan itulah yang kemudian menjadi onggok.

Sumber: viva news